Bukhori Bahas Metode Omnibus untuk Sinkronisasi

    Bukhori Bahas Metode Omnibus untuk Sinkronisasi
    Anggota Baleg DPR RI Bukhori

    Jakarta-Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyelenggarakan Rapat Panitia Kerja (panja) Pembahasan RUU tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (P3). Pada rapat tersebut dibahas beberapa Daftar Inventaris Masalah (DIM) bersama dengan pihak pemerintah, selain itu juga soal perlunya metode omnibus untuk melakukan sinkronisasi.

    Anggota Baleg DPR RI Bukhori membuka pembahasan DIM nomor 48 dengan menyoroti luasan bidang yang akan dibahas dalam undang-undang yang dirancang dengan metode omnibus. Dalam DIM baru yang diusulkan oleh pemerintah tersebut tidak ditetapkan secara spesifik pengaturan banyaknya bidang yang akan dibahas apabila suatu rancangan undang-undang disusun menggunakan metode omnibus. 

    KAMPAI.CO.ID
    market.biz.id KAMPAI.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    “Jadi sebenarnya berbedanya kami hanya mengharapkan bahwa omnibus law ini benar-benar untuk fokus dan keberpihakan pada pengaturan terhadap materi biar tidak berserakan. Jadi ada penambahan kata satu bidang atau satu topik khusus, ” terang Legislator fraksi PKS tersebut saat rapat berlangsung di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Sabtu (9/4/2022). 

    Pada kesempatan yang sama, Anggota Baleg DPR RI Firman Subagyo mengungkapkan bahwa metode omnibus justru diperlukan untuk mensinkronisasi regulasi yang tumpang tindih. Anggota Dewan yang juga menjabat di Komisi IV DPR RI ini mencontohkan bidang pertanian yang memiliki titik singgung pada banyak bidang. 

    DELIKHUKUM.ID
    market.biz.id DELIKHUKUM.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Politisi fraksi Partai Golkar ini menjelaskan pertanian dalam hal produksi pangan berada di bawah Kementerian Pertanian sedangkan dalam hal anggaran keputusannya ada pada Kementerian Keuangan, infrastruktur pertanian bersama KemenPUPR hingga perdagangan hasil pertanian di Kementerian Perdagangan. Pernyataan ini juga didukung oleh anggota lainnya.

    Menengahi pembahasan yang terjadi, Taufik Basari mengungkapkan bahwa diperlukan benang merah dalam melakukan perancangan undang-undang dengan metode omnibus. Politisi yang akrab disapa Tobas ini menjelaskan bahwa memang diperlukan penetapan satu bidang yang menjadi benang merah untuk menyatukan peraturan yang sebelumnya terpisah-pisah.

    Neapolitan Pizza
    market.biz.id Neapolitan Pizza
    8% Rp 1.450
    Beli sekarang!

    “Kalau saya memahaminya yang disampaikan Pak Firman itu ya satu bidang, pertanian jadi yang dimaksud bidang ini bukan yang sangat kecil. Kalau tidak ada benang merahnya lantas apa yang bisa menyatukan penggabungan peraturan, penyederhanaan peraturan. Apapun harus kita tentukan dulu benang merahnya, ” ujar politisi Partai NasDem itu. 

    Pembahasan terkait DIM menyangkut Pasal 64 ayat 1b ini akan ditindaklanjuti pada rapat pembahasan oleh tim perumus (timus) dan tim sinkronisasi (timsin) sebelum nantinya dibawa ke rapat pleno, rencananya Baleg akan melanjutkan pembahasan terkait RUU P3 pada Senin (11/4/2022) mendatang.

    KINERJA.CO.ID
    market.biz.id KINERJA.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

     

    Bukhori DPR RI BALEG Golkar
    Publiksumbar.com

    Publiksumbar.com

    Artikel Sebelumnya

    Tony Rosyid: Presiden Harus Lugas!

    Artikel Berikutnya

    Mulyanto Prihatin Cara Kerja Pemerintah...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Afrizal verified

    Joni Hermanto

    Joni Hermanto verified

    Postingan Bulan ini: 76

    Postingan Tahun ini: 138

    Registered: Nov 16, 2020

    Linda Sari

    Linda Sari verified

    Postingan Bulan ini: 69

    Postingan Tahun ini: 286

    Registered: Aug 12, 2021

    Fernando Yudistira

    Fernando Yudistira verified

    Postingan Bulan ini: 42

    Postingan Tahun ini: 152

    Registered: Sep 5, 2021

    Riski Amelia

    Riski Amelia verified

    Postingan Bulan ini: 29

    Postingan Tahun ini: 156

    Registered: Aug 3, 2021

    Profle

    Riski Amelia verified

    Babinsa Koramil 01/Kota Solok, Lestarilan Kesenian Randai Bersama Warga Binaan
    Resmi Dikukuhkan, Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI 2022-2027 Siap Mengabdi Untuk Kemanusiaan
    Atasi Air Bersih, PDAM dan Damkar Kolaborasi Giat Cuci Hole Sumur Bor Daerah
    Diberitakan Sepihak Dan Tendensius, Polres Pasaman Laporkan Media 'KN' Medan ke Dewan Pers

    Rekomendasi

    Presiden Jokowi: G7 dan G20 Harus Segera Atasi Krisis Pangan
    Mesum di Kamar Kos; Sepasang Kekasih di Padang Ditangkap Warga dan Digelandang ke Mako Satpol PP
    Harga Cabai Merah di Agam Rp 110 Ribu per Kg, Turun 10 Ribu
    LBH Padang Desak Polda Sumbar Selesaikan 5 Kasus Dugaan Penganiayaan, 4 Korban Meninggal Dunia
    Disinyalir Gelapkan Uang Nasabah, Koperasi GACI dan PT FSA Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya

    Ikuti Kami